Membuka Usaha Percetakan?

Membuka Usaha Percetakan?

Berbicara tentang keinginan atau rencana membuka usaha percetakan, sesungguhnya sebelum ada Pesona Web, layanan terbaru kami di Kota Mataram ini, kami telah membangun perusahaan utama kami yang telah lebih dari 20 tahun bergerak di bidang percetakan dan reklame. Namun, karena perkembangan kebijakan perpajakan, kami pun membangun perusahaan baru lagi yaitu PESONA Art Advertising dengan No. SIUP 303/23-07/PK/III/2009 yang menjadi induk usaha jasa pembuatan website di Lombok ini.

Kembali pada percetakan, percetakan sendiri ada banyak jenisnya. Seperti percetakan batu-bata, genteng, kue, kertas dan sebagainya. Namun untuk membedakannya, dalam hal ini tentang percetakan dalam arti printing. Selama lebih dari 20 tahun hingga saat ini kami masih tetap berprofesi di bidang percetakan. Percetakan adalah jasa cetak-mencetak termasuk sablon kaos, spanduk dan sebagainya dengan media kertas, kain, plastik, mika akrilik dan sebagainya. Seiring perkembangan teknologi, media cetak pun sudah berupa gelas dan benda-benda dengan bentuk yang tidak datar dengan menggunakan alat-alat tertentu. Dan alat pun sudah berbentuk raksasa untuk mencetak media yang berukuran raksasa pula.

Percetakan seolah seperti seni memindahkan dan menyalin bentuk dan rupa dari sketsa ke media, dari komputer ke media hingga dari media ke media. Saat ini, salah satu alat cetak sablon yang paling sederhana adalah skrin (beserta rakel-nya). Bingkai kayu yang ditutupi sejenis kain tapi sangat tipis dan mudah robek yang dilapisi dengan zat khusus untuk menutupi pori-pori kain, di mana lapisan tersebut dikuatkan dengan sinar matahari, sementara ada bagian dari kain tersebut yang ditutup kertas transparan yang telah berisi desain berwarna hitam. Sehingga desain yang berwarna hitam akan menutupi lapisan agar tidak kena matahari. Lapisan yang tidak kena matahari ini akan dibersihkan dengan air, sehingga pori-porinya tidak tertutup. Dengan demikian cat dapat menghasilkan rupa sesuai desain di kertas transparan (kalkir) dengan bantuan rakel.

Kali ini On Lombok bukan ingin menjelaskan bagaimana cara cetak-mencetak, tetapi bagaimana kiranya jika kita membuka usaha percetakan. Sama seperti beberapa jasa yang lain, dengan jasa cetak sablon seseorang dapat menarik keuntungan hingga 100% ke atas dari modal. Ya, bukan cuma bahan yang dihargai, tetapi teknik, proses dan kecerdasan yang harus dihargai saat melakukan cetak sablon. Berapa besar modal yang harus dibutuhkan untuk membuka usaha percetakan? Punya bakat tapi tidak punya modal? Jika Anda tidak punya modal banyak, tentu mudah walaupun tidak punya bakat karena Anda masih bisa merekrut orang lain. Jika Anda punya bakat karena pernah bekerja di sebuah percetakan, Anda tentu sudah tahu bahwa membuka usaha percetakan tidaklah membutuhkan modal yang besar. Skrin, rakel, cat, pengemulsi, minyak pereduksi, kalkir dan sabun colek kurang lebih membutuhkan dana Rp. 200.000,- ke atas. Untuk desain, jika komputer tidak ada maka masih bisa print film kalkir di warnet terdekat. Atau komputer dan  printer masih bisa dicicil untuk meringankan modal, menghemat waktu dan tenaga. Untuk mendesain di komputer bagi yang awam, sebuah buku desain grafis sudah cukup jadi modal.

Mulai saat ini, bagi Anda yang ingin atau sudah berencana untuk membuka usaha percetakan, jangan ragu! Lakukan! Percetakan adalah bidang yang tidak akan pernah punah. Good Luck!

Silakan kirim komentar Anda, jangan lupa klik 'suka' dan bagikan jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda.

Submit a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


6 − = dua

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>